Tarikan napas pria itu setiap detiknya justru terasa semakin menyesakkan. Dia merasa sesak yang menikam dadaa di saat semua tamu undangan ikut berbahagia merayakan penyatuan dua hati yang saling menemukan cinta itu. Oh, Tuhan! Sejak tadi yang Arseno rasakan hanya dadaanya yang terus berdenyut nyeri di sepanjang jalannya acara. Namun netranya enggan berpaling dari Ayuna. Menikmati setiap ekspresi bahagia wanita itu dengan hati yang tersayat-sayat. Dan Arseno tersentak di tempatnya saat tatapan mata mereka bersua. Ayuna melihatnya di antara banyaknya tamu undangan, Arseno yakin sekali Ayuna menatap ke arahnya meski jarak Arseno tidak bisa dikatakan dekat dengan panggung pelaminan. Bibirnya refleks menyungging senyum, namun bukan senyum bahagia, melainkan senyum penuh luka untuk

