-Sayang … malam Minggu menginap di rumah Mama, ya? Kita main di apartemen Ayuna dulu Sabtu siangnya tidak apa-apa. Mama ingin banyak mengobrol dengan Ayuna.- Ayuna yang baru saja kembali dari ruang meeting langsung tersenyum membaca pesan yang selalu membuat hatinya menghangat itu. Pesan dari sosok yang menganggap Ayuna sudah seperti anak perempuannya sendiri. Bukan hanya menganggapnya secara lisan untuk basa-basi, namun semua perlakuannya juga menunjukkan jika Ayuna sudah seperti anak perempuannya sendiri. Kepalanya yang tadi terasa panas dan mau meledak sebab meeting yang baru saja berlangsung alot perlahan seperti disiram air dingin karena dia mendapat pesan penghiburan yang menyenangkan hatinya. Pesan dari Bu Rayya yang selalu terasa tulus dan menyentuh hati Ayuna yang haus k

