Elan membasahi bibirnya dengan helaan napas yang panjang. Sesungguhnya, dia tidak memiliki pengalaman dalam menghadapi wanita yang menangis. Sudah dibilang romansa di hidupnya benar-benar nol besar. Payah! Tidak ada pengalaman! Juga tidak pernah ada ketertarikan pada lawan jenis hingga usianya tiga puluh empat tahun. Dan kepayahannya dalam urusan cinta selalu menjadi bahan bullying Kai dan Kael juga sepupu-sepupunya yang lain yang ikut berkomplot dengan si Double K. Namun, Elan teringat saat kecil. Dia beberapa kali memergoki bagaimana Papa selalu memeluk Mama jika Mama sudah menangis. Hanya sebuah dekapan erat, yang membuat tangis sang mama perlahan mereda. Pun Papanya pernah mengatakan padanya saat mereka terlibat obrolan man to man yang merupakan bagian dari agenda rutin yan

