Bab 56 | Mengemislah

2009 Words

Langkah Ayuna terlihat tenang menuju ke salah satu kafetaria yang tidak jauh dari gedung perkantorannya. Dan bibirnya lalu refleks menyungging senyum sinis begitu melihat seseorang yang mengundangnya untuk datang sudah tiba lebih dulu. Papanya, yang kini duduk di salah satu meja yang sedikit jauh dengan meja lainnya. Semakin Ayuna mendekat, semakin terlihat jika Papa tampak tidak tenang dalam duduknya, jemarinya mengetuk-ngetuk meja dengan tatapan yang gelisah. Saat tatapan mereka bertemu, Ayuna bisa merasakan tubuh pria tua itu menegang dengan wajah yang kaku, namun perlahan menyungging senyum tipis yang tidak sampai ke matanya. Ayuna tidak membalas senyum itu, wajahnya terlihat dingin, pun dia langsung duduk di depan sang papa dengan raut yang tidak bersahabat. “Ada perlu apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD