“P-pak … S-top … Sa…ya …Aghhhh …” Elan bisa mendengar wanita itu memekik hebat sambil mencengkeram bahu Elan saat Elan melesakkan miliknya begitu kuat, yang membuat Ayuna kembali kesakitan. Elan sadar wanita itu belum terbiasa dengan miliknya, belum terbiasa dengan benda tumpul nan keras yang kembali mengoyak inti tubuh Ayuna, yang sedang sibuk mengusahakan kepuasan untuk mencapai kenikmatan tertinggi duniawi di antara mereka. “Sa-kit, Pak...” Bahu Elan kembali didorong dengan putus asa. Ayuna merintih tidak berdaya dengan mata yang memerah, tubuh wanita itu menggeliat tidak nyaman seperti saat pertama kali mereka melakukannya. “Sebentar, Ayuna. Kamu tidak akan kesakitan, saya sedang berusaha memberi kamu kenikmatan. Tahan sebentar. Rasa sakitnya bukan apa-apa dengan kenikmatan

