Elan mengecup lembut pipi Ayuna sambil mengusap puncak kepalanya. “Will be back soon, Sayang. Tidak apa-apa, ya, dengan Mama dulu?” Ayuna hanya terkekeh sambil mencubit lengan pria itu dengan wajah yang tersipu karena mama mertuanya memperhatikan interaksi mereka dengan tatapan yang penuh godaan. Pun Ayuna yang diam-diam mendesah dalam hati dengan kelakuan suaminya yang seperti sedang pamer kemesraan di depan Mama Rayya. “Iya, iya, Mas. Tidak apa-apa. Aku paham, kok, Mas kan mau cuti panjang mulai minggu depan. Sana diselesaikan saja. Aku juga sedang asyik merajut dengan Mama. Aku tidak keberatan sama sekali.” Ayuna mengusir suaminya dengan tatapan penuh makna seolah ingin menyampaikan agar Elan berhenti melakukan hal-hal memalukan di depan Mama Rayya. Namun sayangnya pria itu ti

