Ketukan pintu itu menyentak Ayuna dari lamunannya. Wanita menarik napasnya panjang, memupus air matanya lalu beranjak untuk membuka pintu dan tersenyum lebar saat mengetahui jika itu adalah Mama Rayya. “Ada apa, Ma?” tanya Ayuna membuka pintu lebih lebar dan mempersilahkan mama mertuanya itu masuk. Mama Rayya terlihat memperhatikan Ayuna dengan penuh penilaian, yang membuat Ayuna diam-diam hanya mampu meringis, sudah pasti dia ketahuan habis menangis. “Kan, hati Mama sejak tadi tidak tenang setelah Baby Triplets tidur dan kamu memutuskan ingin ikut tidur siang. Benar, kan, firasat Mama … alih-alih tidur siang ini malah Mama melihat wajah kamu sembab dengan jejak air mata.” Mama Rayya sedikit mengomel, namun Ayuna langsung tersenyum untuk menutupi rasa gugupnya, dia langsung meme

