Kelvin masih berniat diam dan ia melihat tingkah Papinya yang keterlaluan, namun ia tahu Maminya begitu kuat menghadapi Papinya. Kelvin bisa saja mengusir Papinya itu saat ini juga dari Rumah ini, namun tidak ia lakukan karena ia masih menghormati sang Papi walaupun Papinya ini telah banyak mengecewakannya. Mata Kelvin saat ini teralihkan pada sosok adik laki-lakinya yang terlihat sangat dingin dan sejak tadi sepertinya ia terlihat sangat tidak nyaman dengan kedatangan Indra Wiyasa. Sebagai seorang Kakak, Kelvin sangat prihatin dengan sosok Keny. Adik kecilnya ini telah hidup menderita bahkan dibuang oleh kedua orang tuanya demi kepentingan pribadi orang tuanya. Kelvin sangat bersyukur karena Maminya selama ini berjuang demi anak-anaknya dan bertahan dengan pernikahannya yang dulu hanya i

