Janu kembali melihat video Megantara Sanjaya Satyas yang bersimpuh di makam kedua orang tuanya. Entah mengapa ia merasakan sesak setiap ia melihat video itu dan sejujurnya ia sangat menyayangi adiknya itu. Mungkin rasa kecewa adiknya itu, begitu besar padanya hingga membuatnya lebih memilih untuk memutuskan hubungan dengannya. Wirda sejak tadi melihat tingkah Janu yang terlihat sangat gelisah, membuatnya segera mendekati Janu lalu duduk disampingnya. Wirda memeluk lengan Janu dengan erat dan ia menyandarkan kepalanya dilengan Janu. Bermanja-manja dengan Janu seperti ini, membuatnya sangat senang apalagi Janu selalu menujukkan perhatian padanya. "Kenapa Mas kok kayanya sedih banget, cerita sama aku!" Pinta Wirda. Janu menghela napasnya dan ia mencium dahi Wirda dengan lembut. Ia tidak ingi

