Hari yang di tunggu telah tiba, Rayyan berdiri di teras rumahnya menunggu kedatangan sang buah hati dan wanita yang sangat dia rindukan. Tidak lama kemudian mobil mewah yang sudah dia kenali itu parkir di halaman rumahnya, Rayyan membenarkan kemejanya agar terlihat rapih, senyum di bibirnya begitu merekah. Namun senyum itu hanya beberapa detik saja, kala melihat siapa yang turun dari mobil itu. Matanya bergeliar seakan mencari keberadaan seseorang, namun lama tidak ada orang lain lagi, selain Dirga dan Baby Ghaffi. “Assalamualaikum, Gus Rayyan." Dirga mengucapkan salam sembari menggendong Baby Ghaffi. “Waalaikumsalam, kalian hanya berdua?" Jawabnya dengan memberikan pertanyaan. Dirga menganggukkan kepalanya. “Iya, kita hanya berdua, kebetulan Bunda sedang ada jadwal mengajar."

