Bab 52

1011 Words

“Abang, kenapa tidak mau bicara sama Bunda? emangnya gak kangen?" Ghaffi menghentikan pergerakan tangannya, diam untuk beberapa detik, dia menghela nafas pelan lalu menoleh dan tersenyum. “Abang kangen.. Sangat kangen dan Abang juga pengen peluk Bunda lagi, Abi." Jawabnya, tatapan matanya begitu sendu, Rayyan tau apa yang putranya rasakan. “Anak laki jangan lembek, gak usah cengeng, kamu sendiri yang mau tinggal sama Abi mu." Sahut Ummi Fatimah. “Ummi.." Rayyan menggelengkan kepalanya, sementara Ghaffi menundukkan kepalanya sembari meneteskan air mata. “Kamu di dewasakan oleh keadaan Ghaffi dan kamu sendiri yang membuat pilihan itu, jadi tunjukkan pada mereka jika kamu bisa membuktikan ucapanmu." Lagi Ummi Fatimah bicara dengan tegas. Bukan tidak sayang, Ummi Fatimah sangat say

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD