Bab 87

1535 Words

“Kalau nambah anak kayak seru ya, Sayang?" Nisa berucap sembari tersenyum penuh arti. Dirga mendesah pelan, bukan tidak mau menambah momongan, hanya saja dia tidak tega melihat istrinya yang kesakitan, ketika melahirkan Kainan. Ketika melahirkan Ghaffi tidak separah saat melaunching kan si bungsu, Astaghfirullah, Dirga langsung menggeleng keras. “Abang trauma lihat kamu menjerit kesakitan." Keluh Dirga, benar-benar tidak sanggup, jika bisa di gantikan rasa sakit itu olehnya, maka dia akan menghamili istrinya lagi. Sayangnya, hanya beberapa pria saja yang bisa merasakan hal itu, sangat langka. Dan selain itu, usia mereka sudah tidak muda lagi. Mendengar jawaban suaminya, Nisa memutar bola matanya malas, selalu jawaban itu. “Kalau kita punya anak perempuan.. " “Dua sudah lebih da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD