Bab 92

1432 Words

“Hamil!!" Tentu saja Dirga kaget, dua matanya seperti ingin lepas dari tempatnya. Nisa mengangguk sembari menatap sendu, dia pernah merasakan hamil tanpa suami, meskipun beda cerita. “Maaf Bang, dua hari yang lalu, Mbak Sari minta bertemu lagi denganku, dia kembali menceritakan keadaannya. Kekhawatiran nya, bagaimana kalau Mas Rayyan tidak mau menikahinya." Ucap Nisa pelan. Dia juga meminta kejujuran dari Mbak Sari, ya, wanita itu mengaku sudah menjebak Rayyan, tetapi tidak sepenuhnya berkata jujur. Setelah pertemuannya itu, Mbak Sari tidak lagi bisa di hubungi, itulah yang membuat Nisa khawatir, dan juga Kiai Rahmat, Ummi Fatimah juga mencarinya. “Sayang, apa kamu tau di mana Mbak Sari?" Tanya Dirga. Nisa menggeleng cepat, mana dia tau. “Tidak, mendengar kejujurannya aku sanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD