Bab 64

1026 Words

“Jarak bukan alasan untuk membuatmu lupa akan segalanya tentang putra mu, Nisa." Ucap Tuan George, bukan tidak tau apa yang terjadi selama di Kairo. “Astaghfirullah, Papa, Nisa gak ada melupakan tentang Abang." Jawabnya. Tuan George manggut-manggut pelan. “Ingat Nisa, Ghaffi anak yang kamu perjuangkan, dia jawaban atas segala tuduhan yang membuatmu hancur, ingat Nisa sebelum adanya Kainan, Ghaffii yang berjuang bersamamu." Tuan George terus mengingatkan putrinya, tentang Ghaffii, pria tua itu bukan tidak tau alasan yang sebenarnya kenapa Ghaffii lebih memilih tinggal bersama Rayyan. “Apa kamu tau Nisa apa yang putramu katakan pada Dirga?" Nisa menggelengkan kepalanya, lalu melihat kearah sang suami yang membuang pandangannya ke sembarang arah. Tuan George terkekeh dengan gelengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD