“Ada apa Ray?" Rayyan terduduk lemas setelah mendapatkan panggilan dari Dirga. Rayyan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, bingung harus mengambil keputusan apa untuk memutuskan kabar yang di berikan oleh Dirga. “Abi, kembali saja ke Indonesia, Kasihan Abah." Imbuh Ghaffi. Rayyan menoleh dengan hembusan nafas kasar, sementara Ummi Fatimah menautkan kedua alisnya bingung. “Kembali ke Indonesia, ada apa? Rayyan, ada apa dengan Ayahmu?" Cemas dan khawatir, mau bagaimana pun mereka sudah hidup bersama selama bertahun-tahun lamanya. Rayyan menundukkan pandangannya. “Abah kecelakaan Ummi dan sekarang keadaan nya Kritis." Jawabnya pelan. Ummi Fatimah mendadak lemas, matanya berkaca-kaca. Matanya terpejam untuk sesaat sampai butiran bening menetes membasahi kedua pipinya.

