Bab 22

1011 Words

Rayyan mendekati Ibunya yang duduk di kursi roda, termenung menatap luasnya taman Rumah Sakit. “Kenapa Ummi menangis?" Rayyan mengusap pipi tirus yang mulai memiliki kerutan itu. Menyapu air mata yang entah sedari kapan keluar dengan sendirinya. Ummi Fatimah adalah cinta pertama Rayyan, apapun yang wanita tua itu katakan dan inginkan, Rayyan akan memberikannya, termaksud menikahi Warda. Selain itu Ummi Fatimah jugalah penyebab runtuhnya rumah tangganya dan pemisah dirinya dengan Nisa. Tetapi, apapun yang terjadi, Ummi Fatimah tetaplah Ibu yang sudah ada melahirkan dirinya, Rayyan tidak mungkin membencinya. Semua bukan sepenuhnya kesalahan Ummi Fatimah, dirinya juga salah karena tidak memiliki pendirian dan ketegasan sama sekali. Rayyan berpikir mungkin dia sudah gagal menjadi su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD