Bab 19

1021 Words

“Mau apa kamu datang lagi, Rayyan?" Suara Tuan George mengejutkan Rayyan yang tengah berseteru dengan para penjaga. “Pa, maafin Rayyan Pa!!.. Tolong izinkan Rayyan bertemu dengan Nisa, Rayyan Mohon Pa!!" Serunya sembari bersimpuh dan memegang kaki Tuan George. Pria tua itu terkekeh pelan. “Kau menyakiti hati putriku tanpa perasaan Rayyan, kau membuat air matanya menetes. Kau menduakan cintanya hanya karena keturunan!!.. kau membiarkannya di caci maki oleh Ibumu, kau jadikan dia pembantu gratisan di rumahmu. Adakah putriku mengadu? Tidak ada Rayyan." Ucap Tuan George menatap lurus. “Annisa rela meninggalkan profesinya sebagai Dosen hanya untukmu, agar dia bisa lebih fokus mengurusmu, tetapi apa yang Nisa dapatkan? Penghianat dan penghinaan." Lanjutnya, sungguh sakit membayangkan tanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD