Bab 94

1426 Words

Brugh.. “Astaghfirullah, Bang kamu gak apa-apa?" Dirga menggelengkan kepalanya hanya tertabrak oleh orang yang sama-sama berjalan namun dari arah yang berbeda. “Aku baik-baik saja, siapa orang itu?" Ucapnya masih memperhatikan seorang pria yang berjalan tergesa-gesa, tanpa mengucapkan maaf atau apapun. Nisa sendiri tentu saja tidak tau. “Sudahlah, mungkin orang itu tidak sengaja." Jawabnya, hendak melangkah pergi. Mereka berdua sekarang berada di halaman pesantren. Tidak, Dirga masih memperhatikannya, dari penampilannya sangat mencurigakan dan ini ada di area pesantren, tentunya tidak semua bisa keluar masuk begitu saja. “Bang, Ayok!" Nisa menarik lengan suaminya, dan Dirga akhirnya pasrah. Seperti arahan dari Kiai Rahmat, mereka meminta salah satu Mbak di kediaman itu untuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD