Bab 25

1017 Words

Tuan George kembali meminta Dirga datang ke Mansion nya, mereka akan membicarakan rencana pernikahan sekaligus makan malam bersama. Kedatangan Dirga di sambut baik oleh Gasta dan Alden, meskipun berbeda usia, mereka bertiga bisa di bilang sangat akrab. “Tumben ada di rumah, Mas?" Tanya Dirga Gasta menghela nafas lelah, dia baru saja kembali dari perjalanan bisnis. Mengurus perusahaan Ayahnya dan menjabat sebagai CEO membuatnya jarang berada di rumah. “Pengennya di rumah terus, nemenin Ghaffi main, tapi sayangnya, dia gak mau belajar bisnis keluarga kita." Jawab Gasta melirik kearah Alden yang cengengesan. “Udah buat Mas Gasta aja kursi bekas Tuan George, aku sih ogah." Timpal Alden, dia tidak ingin meneruskan usaha Ayahnya. Alden memiliki cita-citanya sendiri. Dan membiarkan Ga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD