Puçuk di cinta ulam pun tiba. Panjang umur. Orang yang baru beberapa puluh menit lalu menjadi bahan perbincangan dengan istrinya, yang sedang ia rindukan, kini menghubunginya. Sesal itu langsung menyusup ke dalam hati Arga lantaran tidak langsung melihat dan menerima panggilan dari wanita yang sudah melahirkannya tersebut. Membuat wanita itu menunggu terlalu lama. "Halo, Ma." Tara yang mendengar suara suaminya langsung menoleh. Tersenyum saat melihat gerakan mulut sang suami menyebut kata 'Mama.' "Astaga, Arga. Kamu baik-baik saja kan, Sayang?" Nada suara Rose terdengar cemas. "Iya, Ma. Maaf membuat mama khawatir." "Syukurlah. Mama benar-benar khawatir. Tidak biasanya susah menghubungi kamu." "Mama, I miss you. Kapan ke Jakarta?" Tara bicara cukup keras hingga suaranya terdengar ol

