Tara bangun ketika mendengar suara pintu. Tidak melihat siapapun, Tara kemudian mengangkat tubuhnya. Memutar kepala, wanita itu menghembus napas. Ia sudah tidur cukup lama ternyata. Menghitung waktu, seharusnya mama mertuanya sudah datang. Tara menyibak selimut yang menutup perut hingga kaki. Menggeser tubuh ke tepi kemudian menurunkan kedua kakinya. Sambil beranjak berdiri, Tara merapikan rambut. Menangkup semua helai rambut dengan dua tangan, menarik ke atas lalu memutar, membuat simpul. Tara mengayun langkah, berniat untuk keluar kamar—menyambut ibu mertuanya yang mungkin saat saat ini sedang mengobrol bersama suaminya dan juga papa mertuanya. Tara membantin. Suara pintu terbuka kembali terdengar. Membuat langkah dan kepala Tara refleks memutar ke arah suara berasal. Kamar mandi. “M

