Oskar merasa sangat ketakutan, dulu ia memang tidak akrab dengan Papinya, apalagi Papinya terkadang menemuinya dua minggu sekali ketika almarhum Maminya masih hidup. Ia menjadi dekat dengan Papinya dan memang Tegar mencoba mendapatkan hati Oskar, agar Oskar merasa tidak sedih apalagi saat itu Eren sedang sakit keras. "Papi tidak suka kamu berbicara kasar sama Mamimu ini Oskar. Sekarang Mami Ai adalah satu-satunya Mamimu!" Ucap Tegar dingin. "Kalau kamu tidak mau meminta maaf sama Mamimu, besok Papi akan mengantar kamu ke panti atau kamu tinggal saja sama nenek yang kamu percayai itu!" Ucap Tegar membuat Oskar menggelengkan kepalanya. "Maaf...Mi," ucap Oskar dan ia mengeratkan pelukkannya kepada Aisila. "Sekali lagi Papi dengar kamu bicara kasar sama Mamimu, kamu akan Papi pukul!" Ger

