Pagi ini Vanesa terlihat sangat ceria dan ia tidak menangis seperti beberapa hari yang lalu. Bumi baru tahu jika istrinya ini ternyata sangat cengeng karena sebelumnya Vanesa hampir tak pernah menangis, ketika ia kesal. Apalagi ia mengeluarkan kata-kata pedas karena sikap Vanesa memang sangat keterlaluan padanya saat itu. "Nes..." panggil Bumi saat melihat Vanesa sedang menyisir rambutnya dan ia duduk sambil membaca berkas yang ada dihadapannya. "Ada apa Mas?" Tanya Vanesa. "Sampai kapan kamu berduka?" Tanya Bumi dingin. "Mas kayak nggak ada empati gitu sih Mas..." ucap Vanesa kesal. "Lagian pertanyaan kamu kenapa begini Mas?" Tanya Vanesa. "Saya hanya tanya sama kamu memangnya tidak boleh?" Tanya Bumi sambil menandatangi berkas yang ada dihadapannya. "Boleh aja tapi aku balik tany

