Menunggu keputusan

1369 Words

Aisila merasakan kepalanya sangat pusing dan ia mencoba bertahan hingga membuat mereka semua khawatir melihat keadaan Aisila. Dinar mengambil segelas air minum dan pil, lalu ia dengan cepat memberikannya kepada Aisila. Lila meneteskan air matanya karena ternyata benar apa kata Maminya, jika saat ini kondisi Aisila juga sangat mengkhawatirkan. Setelah minum obat, Aisila sedikit lebih tenang dan ia mengambil tisu yang ada diatas meja, lalu membersihkan keringat dingin yang menetes di dahinya. "Maaf," lirih Aisila. "Mbak nggak apa-apa?" Tanya Lila dan ia meneteskan air matanya tanpa isakan membuat Aisila memegang tangan Lila. "Mbak nggak apa-apa," ucap Aisila. "Hmm...Vanesa, bagaimana keadaan Mbak Eren sekarang?" Tanya Aisila. Satu tahun yang lalu ia pernah bertemu Eren disalah satu pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD