Mencoba berdamai dengan masalalu

1237 Words

Kalimat yang memintanya untuk pergi selalu terngiang ditelinganya ketika ia memutuskan untuk pulang ke Jakarta dan kali ini kalimat pertengkaran terakhirnya itu sungguh menghancurkannya. Air mata Aisila tanpa sadar menetes dan ia segera menghapusnya dengan jemarinya. Raut wajah sedih hingga air mata yang tiba-tiba menetes diwajah cantik Aisila membuat Vanesa khawatir dengan keadaan Aisila. "Mbak nggak apa-apa?" Tanya Vanesa sendu. "Aku nggak apa-apa, Nes," ucap Aisila dan ia tersenyum kepada Vanesa, agar Vanesa tidak khawatir dengan keadaannya. Aisila memperhatikan sosok Vanesa yang membuatnya kagum, bagaimana tidak Vanesa memilki kemiripan sifat dengan Esy yang baik hati. Mungkin karakter Vanesa inilah yang disukai seorang Bumi dan baginya Bumi sangat beruntung mendapatkan seorang Van

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD