Khayalan Mantan

1564 Words

Bening duduk di balik meja kerjanya, menatap layar laptop dengan pandangan kosong. Sudah tiga hari sejak kejadian di restoran. Tiga hari sejak dia tinggal di rumah Bunda Amy. Tiga hari tanpa bicara dengan Galang. Ponselnya terus berdering—Galang menelepon dan mengirim pesan puluhan kali sehari. Tapi Bening tidak pernah mengangkat atau membalas. Dia terlalu lelah. Terlalu sakit. Terlalu bingung. TOK TOK TOK! Ketukan pintu menyadarkannya dari lamunan. "Masuk," ujarnya dengan suara datar. Naira masuk dengan wajah tegang. "Mbak Bening, ada Pak Genta. Dia kayaknya lagi marah." Bening menghela napas panjang. Masalah datang bertubi-tubi menghampirinya. "Suruh masuk." Beberapa detik kemudian, Genta masuk dengan langkah lebar, wajahnya memerah, rahang mengeras. Dia menutup pintu dengan aga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD