"Bosan baget aku, La. Dari tadi kayak ikan buntal kepanasan. Miring kanan kiri di kasur sampai pegal semua badan aku." "Lagian kamu juga sih. Dijemput sama Papa Restu malah nolak dan lebih memilih menemaniku di kosan." "Mana bisa aku biarin kamu berduaan sama Kak Putra. Harus ada orang ketiga di tengah kalian. Biar nggak diisi sama setan." "Biasanya juga cuman berdua. Kami nggak pernah duduk berdampingan. Kamu pasti tahu kan jarak antara sofa single dan panjang lumayan jauh. Nah seperti itulah gambaran ketika Kak Putra main ke kosan." "Memangnya nggak pengen dekat-dekat gitu? Dulu pas aku sama Mas Dimas belum nikah suka mepet-mepet." "Yeee, itu mah kamu. Nggak mungkin lah aku kayak gitu. Nyaliku tak sebesar Naura." Bumil pun terbahak, lalu bangun dari rebahannya, dan menyandarkan tub

