Akhir Kisah Manis

892 Words

Naura masih menangis karena Najla baru saja menerima lamaran dari Putra. Bukan tangis kesedihan melainkan tangis bahagia— dia ikut bergembira melihat sahabatnya sebentar lagi menikah dengan pria yang dicintainya. Selesai makan malam, Naura langsung kembali ke kamarnya. Dia berkata pada mertuanya ingin istirahat sambil telponan dengan sang suami. Kekesalannya tadi menghilang begitu saja. Nada bicaranya kembali lembut kala bicara dengan Dimas. “Sayang— bersihkan dulu ingusnya. Ntar dilihat Najla malu loh.” “Mana, gak ada ingusnya?” “La itu yang keluar dari hidung mungil kamu— kalau bukan ingus lalu apa? Kelihatan jelas dari sini.” Naura mengerucutkan bibirnya ke arah kamera. Sementara di seberang sana Dimas menahan tawa. Senang bisa menggoda sang istri setelah ngambek— dia pun sangat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD