Bulan madu yang rencananya di lakukan sebulan, terpaksa harus sedikit berantakan karena kelakuan Ayah yang memintaku untuk sekalian meninjaui beberapa toko di Bali. "Regarta, bagaimana kalau kamu sekalian saja bantu ayah Visit toko di Bali? Daripada ayah datang ke sana dan mengganggu Bulan Madu kamu kan?" ucap Ayah sambil tersenyum menyebalkan dua hari sebelum keberangkatanku ke Bali. Beliau bahkan terlihat tersenyum menyebalkan di hari keberangkatanku sambil mengantarku ke Bandara. Karena itu moodku jadi buruk. "Sudahlah mas, toko Ayah juga letaknya di tempat-tempat yang strategis, jadi kita bisa sekalian jalan-jalann. Lagian tidak mungkin kan Bulan Madu ada di kamar terus." Ucap Wendy menghiburku. Tapi aku jadi kesal karena rencanaku memang mengurung Wendy di kamar selama beberapa har

