Warning! 21++ Akhirnya hari ini tiba, hari kami masuk kerja. Kemarin sore juga kami berdua akhirnya pindah ke Apartemen sekalipun belum memawa seluruh baju dan barang-barang yang kami butuhkan. Kehidupan kami setelah menikah akhirnya di mulai. Dimana sesuai dugaanku, banyak orang akan berbisik-bisik tentangku di kantor. Terutama Evelin dan gengnya. Tapi aku tidak peduli. Untuk apa aku meempa mentalku selama bertahun-tahun, jika hal semacam ini saja aku pedulikan. Mulut Jovanka saat pertama kali kami bertemu dulu, jauh lebih pedas. Dan aku berhasil melewatinya. “Gimana rasanya jadi pengantin baru nih?” Tanya Belinda. Salah satu rekan di bagian Design juga. Aku tersenyum sewajarnya padanya. “Katanya gagak Bulan madu yah, gara-gara masalah plagiasi kemarin?” yang lain menambahkan dengan n

