BAB 98. Amukan Bunda yang Mengejutkan

1757 Words

Aku menatap wajah Regarta yang terlihat lelah sambil menikmati semilir angin yang menimpa wajah kami saat duduk di belakang rumah besar di mana para penjahat itu berkumpul. Aku kemudian mengulurkan tanganku dan memeang lengannya, membuat Regarta menoleh kemudian tersenyum manis. Aku tahu pikirannya sedang campur aduk, aku juga sama. Tapi aku di sembuhkan oleh apa yang dia lakukan hari ini. Laki-laki ini berusaha begitu keras untuk membuat perasaanku lebih baik padahal perasaanya lebih berantakan. Aku tidak bisa membayangkan sekesal apa dan semarah apa suamiku saat dalam proses menangkap para penjahat itu sambil masih memegang teguh janjinya untuk tidak jadi pembunuh. Dia berusaha memenuhi semua janjinya padaku dan semua harapanku sambil menekan emosi dan perasaanku. Jika aku ingat lagi,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD