BAB 75. Terungkapnya Jati Diri Istriku

2551 Words

Dalam malam-malam yang sepi, aku sering memperhatikan wajah lelap Wendy. Dia yang tumbuh begitu kuat dan hebat setelah tujuh tahun perpisahan kami, selalu membuat aku takut. Sarah adalah orang yang ketika di lawan akan semakin mengerikan. Dan sejujurnya aku lebih suka Wendy diam saja dan tidak usah ikut campur masalah Sarah. Tapi tentu saja itu tidak bisa karena Sarah selalu menargetkan Wendy sebagai sasaran kebenciannya. Dan aku tidak memaksa Wendy untuk diam saja padahal dia kesal. Jika dulu Ayah pungut tidak menyuruh aku dekat dengan Sarah maka masalah ini tidak akan terjadi. Tapi Wendy juga tidak akan sekuat ini. Karena itu aku tidak bisa menyalahkannya. Semua hal ada sebab akibat baik itu positif ataupun negatif. “Kok belum ngantor?” tanya Bunda dari arah dapur. “Hari ini Rega mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD