BAB 84. Keputusan yang Berat

2531 Words

“Apa kabar Wendy, sudah enam tahun berlalu dan kamu terlihat bahagia. Bagaimana kondisi kehamilan kamu?” Pesan dari nomor asing ini, sudah beberapa kali hadir di ponselku tapi selalu aku abaikan. Karena sesuai dengan intruksi Regarta, aku tidak boleh menanggapi nomor Asing sampai dia menyebutkan nama dengan baik dan memberikan kejelasan tujuan yang baik. Tapi Pesan ini selalu saja mengirim pesan yang sama setiap hari, karena itu aku memutuskan untuk memblokirnya. “Sore ini jadwalnya periksa ke dokter, jangan pulang telat atau aku periksa sama Ayah dan Bunda. Kamu sebel kan kalau Ayah kamu dapat lebih banyak mome sama calon anak kita?” ucapku sambil membenarkan simpul dasinya yang asal-asalan. “Iya, sebelum jam tiga aku udah pulang sayang. Awas kalau kamu pergi sama Ayah.” Ancamnya kesal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD