BAB 88. Alasan Untuk Sembuh

1613 Words

Setelah beberapa kali mengobrol dengan pskiater, aku mulai merasa nyaman bertemu Bunda, Mom, Dad dan yang lain. Tapi perasaan takut di tinggalkan Regarta masih ada. Rasanya seperti ada yang hilang saat laki-laki itu tidak ada di sampingku. Jelita dan Chiko terlihat berusaha sekali mengajakku ngobrol dengan membuka banyak sekali bahan pembicaraan yang seru. Chiko yang biasanya pendiam dan jarang berbicara banyak jadi banyak bicara dan akur dengan Jelita demi menghiburku, karena itu aku berusaha sekali menyingkirkan perasaan takutku untuk menghargai mereka. Tapi menjelang siang, Chiko pamit karena ada kerjaan, sementara Jelita masih berada di sini menemaniku. Terus berbicara banyak hal dengan penuh semangat sekalipun aku hanya membalas sekilas-sekilas. Bunda sendiri sedang menyiapkan aku m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD