Kehamilan Prince rasanya seperti keajaiban. Regarta jadi sangat malas berangkat kerja karena setiap pagi seperti ingin menempel padaku sambil mengusap perutku. Malam harinya Regarta tidak pernah melewatkan untuk berbicara panjang lebar pada putranya. Dia menampilkan berbagai macam ekspresi seolah putranya sudah bisa menanggapi semua ucapannya itu. Aku benar-benar tidak menyangka dia akan jadi sebahagia ini. Tapi karena darah Setyo Aji mengalir dengan deras di tubuhnya, Regarta jadi sangat berlebihan tentang barang-barang yang dia persiapkan untuk calon anak kami. Setiap hari libur, dia akan mengeram di dalam kamar calon anak kami sambil mendekor dinding atau tempat tidur yang dia rakit sendiri menggunakan kedua tangannya. Selain itu perhatiannya padaku juga sedikit berlebihan tapi aku

