Spesial Episode 8

2005 Words

Setengah memaksa Regarta meminta aku untuk ikut dalam pertemuan yang dijadwalkan bersama Ayah dan orang-orang tidak di kenal itu. Dan di hari janjian ketika Ayah dan Bunda datang, wajah Regarta sudah menampilkan mendung yang pekat yang jika tidak di tahan maka amukan yang akan terjadi. Dan mengingat seberapa menyebalkannya Erni dan orang-orangnya selama ini, aku paham kenapa Regarta seperti itu. Karena aku juga rasanya enggan untuk menampilkan ekspresi ramahku. Ayah Adrian terlihat mendesah dan Regarta langsung membuang muka. Kadang kala suamiku jika sedang jengkel dengan Ayahnya memang seperti anak kecil yang menggemaskan. "Ayo kita bicara lebih dulu." Ajak Ayah tapi Regarta masih diam. "Iya Regarta Ayah salah, karena itu ayo kita bicara dulu biar lebih jelas." bujuk Ayah. Wajah Bunda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD