Warning 18 + Aku masih diam hingga sampai ke rumah. Moodku berantakan dan emosiku juga berantakan. Regarta juga tidak memaksaku untuk memperatikannya seperti biasa. Laki-laki itu tidak merengek manja padaku saat ini karena tahu emosiku sedang tidak stabil. Laki-laki ini malah membuatkan aku makanan tanpa banyak bicara. Dia juga membersihkan Rumah karena saat aku keluar dari kamar setelah mandi dan sedikit menangis di kamar mandi, rumah sudah bersih dan makanan sudah tersedia di meja makan. Aku jadi terharu sekali, karena itu aku memeluknya dari belakang saat dia masih membersihkan dapur setelah selesai memasak. “Sudah mandi?” tanyanya lembut. “Hmm..” “Sholat dulu yuk! Abis itu makan malam.” Ajaknya. “Ayok.” Balasku. Laki-laki ini kemudian menggandengku mesra menuju ruang ibadah. Kami

