Regarta cekikikan melihat aku memerah malu ketka keluar dar kamar dan ertemu Bunda. Untungnya Bunda bersikap biasa saja sehingga aku bisa bernapas lega. Jika Bunda sampai mendengar desahanku karena di sikasa Berandalan nakalnya itu, maka hilang sudah ajahku di keluarga ini. Regarta memang sesekali harus di beri pelajaran berharga. Otak akalnya lebih lancar dari otak warasnya. Aku yang bukan musuhnya saja merasa sangat stress, apalagi jika musuhnya harus berhadapan dengan laki-laki nakal ini. Bisa di pastikan mereka mungkin bisa gila. Siang menjelang sore itu, Meeting terakhir dengan pihak Wo berjalan lancar. Semua hal sudah selesai tingga Resepsi saja yang kurang beberapa hari saja. Aku bersyukur karena persiapan pernikahan ini tidak banyak drama. Satu-satunya hanya saat ada orang hendak

