BAB 34. Tidak Memberi Ruang Pada Pelakor

1697 Words

Ketika aku bangun keesokkan harinya, Regarta terlihat masih terlelap sambil memelukku. Karena itu aku kembali menyusupkan wajahku ke dadanya dan tersenyum senang. Melihatnya ada di sampingku setiap pagi selalu menyenangkan. Sejak pertama kali memutuskan untuk menjadi istrinya atau bahkan sebelum tawaran pernikahan ini datang, aku sudah tahu bahwa hal-hal semacam ini akan terjadi. Aku tidak ingin menjadi bebannya seperti dulu. Mungkin aku tidak sekuat dan sehebat Regarta, tapi kali ini giliran aku yang akan berusaha melindunginya. Melindungi laki-laki yang menggunakan hampir seumur hidupnya untuk melindungiku. “Udah pagi sayang.” Ucapnya lembut sambil membelai kepalaku. Bibirnya terasa mengecupi kepalaku penuh cinta. Selain wajah lelapnya yang senang aku lihat ketika pagi, suara lembutnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD