BAB 89. Penyesalan Yang Datang Terlambat

2047 Words

Ada pepatah yang mengatakan bahwa jika kita ingin melakukan sesuatu pada orang lain, maka tempatkan dulu diri kita sebagai orang itu agar tahu bagaimana rasanya. Sayangnya banyak manusia yang cenderung tidak peduli dengan apa yang orang lain rasakan selama mereka senang dan bahagia. Karena itulah Adrian ingin mereka merasakan bahwa apa yang mereka lakukan sangat pada orang lain itu sangat menyakitkan, menakutkan dan tidak berperasaan. Terutama Herdy, laki-laki itu harus mendapatkan penderitaan paling menyakitkan karena dia adalah dalang dari segalanya. “Pindahkan dia!” Ucap Adrian memerintah anak buahnya untuk memindahnkan melati. Wanita itu berteriak penuh penolakan sambil memegangi tangan putrinya. “Adrian tolong maafkan kami, tante mohon. Tolong maafkan kami.” Ujar Melati sambil merau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD