Suara pintu apartemen Ina terdengar ringan saat dibuka. Udara sejuk dari pendingin ruangan yang dibiarkan menyala, langsung menyambut mereka berdua. Lampu ruangan tidak dinyalakan penuh, hanya satu lampu yang dinyalakan Dhannis sebelum pergi tadi, memberi nuansa tenang dan nyaman. Ina langsung melepas sepatunya dan berjalan pelan ke dapur, mengambil dua gelas dari rak gantung. "Kamu mau teh hangat atau air putih aja?" Dhannis yang baru saja melepas kemejanya dan menggantung di lemari pakaian, ia menjawab sambil menuju ke sofa, "Air putih aja. Kamu jangan repot - repot, sini duduk sama aku aja." Ina tersenyum sambil menuangkan air ke gelas. Tak lama kemudian, ia membawa dua gelas ke ruang tengah dan duduk di sebelah Dhannis, menyelipkan kakinya ke atas sofa, lalu menyandarkan kepalanya d

