Mobil Dharren berhenti tepat di halaman rumah mereka, pintu pagar otomatis sudah terbuka. Biasanya ia pulang jam lima sore kalau ada praktik, tapi kali ini baru pukul tiga lewat ia sudah di rumah. Setengah jalan praktik ia hentikan, saat rehat setengah jam, ia minta suster mengalihkan pasien berikutnya ke jadwal sore, dengan alasan mendadak. Bukan karena pasiennya bermasalah. Bukan pula karena sakit. Tapi karena sejak Disti tiba - tiba menghilang dari peredaran, bahkan ponselnya tidak aktif. Dharren masih bisa menoleransi kalau Disti tidur, tapi kali ini berbeda, ia sampai menelepon Narti, ART mereka, untuk menanyakan keadaan istrinya itu, satu hal yang bahkan tak pernah Dharren lakukan sebelumnya. Begitu masuk, langkahnya cepat dan pasti. Jas putih sudah ditinggalkan di mobil, hanya men

