Sudah tahu tubuhnya sedang tidak baik - baik saja karena couvade syndrome, Dhannis tetap bersiap berangkat ke rumah sakit. Sebagai dokter muda yang tengah menjalani PPDS, ia tidak bisa sering - sering absen. Jadwal jaga, kasus pasien, serta tuntutan akademik membuatnya harus hadir hampir setiap hari. Izin terlalu lama bukan hanya berdampak pada nilai penilaiannya, tapi juga bisa memengaruhi reputasinya di hadapan konsulen. Karena itulah, meski rasa mual dan lemas sesekali datang menyergap, ia berusaha mensugesti dirinya sendiri untuk kuat. Di sisi lain, Ina hanya bisa memandang suaminya dengan perasaan bercampur aduk. Ada kagum, ada kasihan, ada juga rasa bersalah yang samar. Ia tidak pernah menyesali kehamilan ini, meski memang datang tanpa rencana. Hanya saja, waktunya terasa kurang tep

