Hari itu langit Singapura mendung, seakan menggantungkan hujan yang tak jadi turun. Udara di dalam stasiun MRT tetap sejuk dan ramai oleh lalu-lalang penumpang. Ina berdiri di peron bersama Jimmy, menunggu kereta menuju bandara Changi. Mereka baru saja pulang dari kantor, dan akan naik MRT dengan arah yang sama tapi tujuan yang berbeda. Hari ini tidak ada kejutan. Kedatangan Dhannis memang sudah direncanakan sejak seminggu lalu. Mereka janjian bertemu langsung di bandara. Ina akan menjemput Dhannis dan tidak membiarkannya ia sendirian dari bandara seperti dua akhir pekan sebelumnya. Meskipun perjalanannya akan padat penumpang, tapi Ina menyempatkan waktu dan sejujurnya, ia tidak pernah merasa keberatan, malah excited. Sementara Jimmy akan turun lima stasiun sebelum Ina. Ia akan mampir ke

