Pingitan

2705 Words

Pagi itu udara Jakarta masih segar ketika Dhannis turun dari kamarnya menuju meja makan. Dhannis sudah rapi dengan kemeja putih dan celana abu - abu muda. Ia melirik jam di pergelangan tangan sambil meletakkan tas kerjanya diatas sofa. Segalanya berjalan otomatis seperti hari - hari sebelumnya, bangun, mandi, turun untuk sarapan, lalu langsung berangkat menuju rumah Ina, untuk menjemput kekasihnya bekerja. Namun pagi ini ada yang berbeda, dan belum ia sadari sepenuhnya. "Mau ke mana pagi - pagi?" tanya Yangti Sarah sambil melipat serbet dan menatap cucunya dengan sorot mata penuh selidik. "Nganterin Ina kerja, habis itu kayaknya nanti aku mau langsung ke rumah sakit, yangti," jawab Dhannis spontan. "Bukannya kalian sudah masuk masa pingitan, ya, hari ini?" suara Yangti Sarah terdengar p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD