Istri Pak Windra

3854 Words

Seperti biasa, hanya pada hari Sabtu atau Minggu pagi Anggita bisa menemani ibunya sarapan bersama. Pada hari - hari biasa, ketika ia harus mengajar, ia sudah keluar rumah sejak pukul enam pagi. Waktu terlalu mepet untuk menyiapkan diri, sehingga sarapan di rumah hampir selalu terlewat. Sabtu pagi ini berbeda. Setelah beres - beres kamarnya, mengganti sprei, mengganti handuk, bahkan menyikat kamar mandinya, barulah ia mandi dan bersiap. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan pagi ketika ia keluar dari kamar dengan rambut masih agak lembap. Saat itulah aroma masakan yang sudah ditata rapi di meja makan menyambutnya. Di halaman belakang, sinar matahari menyorot hangat. Rumah mereka memang sederhana, tapibagian belakang terbuka cukup lebar, sehingga cahaya bisa masuk tanpa terhalang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD