Peran Adel

2744 Words

Pagi itu, suasana rumah masih lengang. Hanya suara burung yang riuh di halaman belakang, sesekali bercampur dengan derit kipas angin tua yang berputar lambat di ruang makan. Anggita duduk di meja makan dengan rambut masih tergerai, mengenakan blus rumahan berwarna biru muda. Tangannya sibuk menuangkan teh hangat ke cangkir porselen, uapnya mengepul tipis. Tak lama, terdengar suara langkah pelan dari arah teras. Ibunya masuk sambil membawa kipas lipat, wajahnya masih bersemu merah karena berjemur. Daster favoritnya yang bermotif bunga sudah sedikit pudar warnanya, tapi tetap terlihat nyaman. Pandangannya sekilas tertuju pada Anggita sebelum ia ikut duduk di kursi sebelah. "Ibu mau teh?" tanya Anggita, berusaha memecah keheningan. Ibunya hanya mengangguk, lalu meletakkan kipas di atas mej

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD