Ke Kamar Kamu Aja, Yuk!

3174 Words

Belanja cincin kawin ternyata jauh lebih rumit daripada yang Dhannis dan Ina bayangkan. Pagi itu mereka sudah bersiap rapi. Ini adalah hari yang sudah mereka rencanakan dari kemarin, yaitu hari memilih cincin kawin. Rencana awalnya sederhana, datang ke toko perhiasan langganan keluarga Pratomo, lihat - lihat model, pilih yang sreg, lalu selesai. Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Sudah hampir satu jam mereka berada di dalam toko perhiasan itu. Etalase - etalase kaca memajang aneka cincin kawin dari yang simpel hingga yang mewah dengan taburan berlian kecil. Semua tampak indah, semua tampak 'layak', tapi entah mengapa belum ada satupun yang membuat hati mereka mantap. Dhannis mulai tampak gelisah. Ia bahkan sempat berujar, "Waktu beli cincin lamaran buat kamu aja gampang banget, ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD