Ballroom sudah mulai sepi. Dekorasi bunga yang sejak pagi mekar indah kini perlahan dirapikan tim WO. Para tamu terakhir sudah berpamitan, menyisakan keluarga inti yang masih berbincang singkat di lobi. Sementara itu, di kamar hotel yang mereka pesan khusus untuk dua malam, Anggita berdiri di depan cermin besar. Kebaya putih gading yang tadi pagi melekat di tubuhnya kini sudah digantung rapi. Ia hanya mengenakan bathrobe hotel berwarna krem. Di meja rias, bobby pin, jepit rambut, serta aksesori sanggul berjatuhan. "Mas, tolongin ini dong," ucap Anggita sambil menunduk sedikit, memperlihatkan sisa jepit di belakang kepalanya Pak Windra yang duduk di kursi sofa segera bangkit, "Sini, biar aku yang copot." Tangannya bergerak hati - hati, melepas sisa jepit yang masih menahan helai - helai

