Senin Pagi.... Begitu pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan Dhannis kembali menginjakkan kaki di Jakarta, ia menyempatkan diri duduk sejenak di ruang keluarga rumah eyangnya sebelum naik ke kamarnya. Eyang Nino sedang pergi dengan yangti, jadi Dhannis hanya sendirian di rumah. Pagi menjelang siang ini terasa lebih sunyi dari biasanya, namun hatinya justru berdebar tak karuan karena sekarang ia berniat memberitahukan kepada Papa dan Mamanya soal lamarannya kepada Ina, dua hari yang lalu. Dhannis melihat jam dinding, masih banyak waktu sebelum ia melakukan persiapan untuk pergi ke rumah sakit, jadi dia bisa santai sedikit. Lalu ia berdiri dari duduknya berjalan menuju tangga untuk naik ke kamarnya sambil membawa koper hitam miliknya.. Setelah menyalakan AC, ia duduk di pinggiran

